Monday, December 20, 2010

Internalisasi Belajar dan Spesialisasi

                        Internalisasi Belajar dan spesialisasi
·         Pengertian Pemuda :
sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dsb. Kelemahan mecolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Perubahan
Peran penting dari seorang pemuda adalah pada kemampuannya melakukan perubahan. Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yang memiliki daya magis yang sangat kuat sehingga membuat gentar orang yang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatan dalam iklim status quo

·         Pengertian  Sosialisasi :
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli 
1. Charlotte Buhler 
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya. 
2. Peter Berger 
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya
·         Internalisasi Belajar dan Sosialisasi :
Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma - norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
·         Apa itu proses sosialisasi :
Proses sosialisasi adalah proses pembelajaran seorang individu dalam suatu kelompok masyarakat .Proses sosialisasi terjadi apabila seseorang mematuhi norma-norma tempat ia hidup sehingga menaggap kelompo tersebut menjadi bagian dari dirinya .
·         Peranan Pemuda dan Mahasiswa dalam Masyarakat :
·         Peranan pemuda dalam masyarakat dibedakan atas dua hal :
·         a.       Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan :
·         -          Pemuda meneruskan tradisi dan mendukung tradisi
·         -          Pemuda yang menyesuaikan diri dengan golongan yang berusaha mengubah tradisi.
·         b.      Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dibedakan menjadi :
·         -          Jenis pemuda pembangkit, yaitu pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Contoh sastrawan Rendra dan Chairil anwar pada masanya.
·         -          Jenis pemuda nakal/ delinkuen, yaitu jenis pemuda yang tidak berniat mengadakan perubahan pada budaya maupun masyarakat tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan tindakan menguntungkan bagi diri sendiri.
·         -          Jenis pemuda radikal, yaitu mereka yang berkeinginan besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner tanpa memikirkan lebih jauh bagaimana selanjutnya.  
·          
·         Wujud sosialisai generasi muda / mahasiswa  
·         1.      Peranan pemuda/ mahasiswa dalam menegakkan kemerdekaan. Setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi politik maupun militer.
·         2.      Peran mahasiswa/ pemuda dalam mempelopori orde baru. Terbentuknya Front Pancasila yang melawan PKI dan dari Front Pancasila lahir Kesatuan Aksi Mahasiswa / KAMI. KAMI menjadi pendobrak menuju orde baru. 
·         3.      Peran pemuda dalam masyarakat
·         -          Sebagaiagent of change, yaitu mengadakan perubahan dalam masyarakat kearah yang lebih baik dan bersifat kemanusiaan.
·         -          Sebagai agent of development, yaitu melancarkan pembangunan disegala bidang yang bersifat fisik maupun non fisik.
·         -          Sebagai agent of modernization, yaitu pemuda bertindak sebagai pelopor pembaruan.
                      I.        Pemuda dan Identitas .

·         Pembinaan dan Pengembangan :
Pembinaan :
 Proses Merubah Perilaku Seseorang dengan melalui beberapa cara dan teori.
Memberikan Pengarahan kepada seseorang atau kelompok untuk melakukan sesuatu atau pengembangn terhadap diri seseorang .
Pengembangan :
Merupakan suatu cara untukmemperbesar jangkauan suatu usaha .
Memperluas suatu hal baik dalam pekerjaan ataupun kemampuan diri untuk memajukan atau memperbaiki .



·         Masalah Generasi Muda :
·         a. kebutuhan akan figur teladan
·         Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai2 luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat2 bagus yagn tinggal hanya kata2 indah.
·         b. sikap apatis
·         Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
·         c. kecemasan dan kurangnya harga diri
·         Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
·         d. ketidakmampuan untuk terlibat
·         Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
·         e. perasaan tidak berdaya
·         Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
·         f. pemujaan akan pengalaman
·         sebagian besar tindakan2 negatif anak muda dengan minumam keras, obat2an dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yang keliru tentang pengalaman


·         Potensi Generasi Muda :
o    Membangun Semangat kepada Orang Lain
o    Menjadi Masyarakat yang Kreatif
o    Mampu menciptakan banyak inovasi baru

·          Tujuan Sosialisasi :
Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut : 
a. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
b. mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif 
c. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 
d. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.
                     II.        Perguruan Tinggi dan Pendidikan
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Menurut jenisnya, perguruan tinggi dibagi menjadi dua:
  • Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh negara.
  • Perguruan tinggi swasta adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.
·         Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, institut, politeknik, sekolah tinggi, danuniversitas. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasidengan program pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), danspesialis.
·         Universitas, institut, dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni. Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi .
·         Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
·       Pentingnya Mengenyam Pendidikan Tinggi .
Mengejar pendidikan setinggi-tingginya merupakan suatu hal yang sangat penting di era seperti ini. Hal ini dikarenakan semakin tingginya persaingan pekerjaan di zaman sekarang ini dan pendidikan setinggi-tingginya berpern sangat penting bagi kelangsungan masa depan seseorang dewasa ini.








Ilmu Pegetahuan Teknologi dan Kemiskinan

         
Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Di dalam ilmu terdapat 4 hal sikap yang ilmiah, diantaranya yaitu :
1.   Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia berusaha untuk mengetahuinya.
2.   Sikap kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti-bukti pada waktu menarik kesimpulan.
3.   Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan kebiasaan pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri.
4.   Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru.

Sedangkan Teknologi adalah  satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya yang meliputi keseluruhan sejarah. Berikut merupakan ciri ciri Teknologi Barat yang di ikuti oleh Indonesia yaitu 
1. Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja, dll.
2. Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat ketergantungan;
3. Kosmologi atau pandangan teknologi barat menganggap dirinya sebagai pusat
    feriferi, waktu berkaitan dengan kemajuan secara linier.

Kemiskinan merupakan kurangnya pendapatan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang pokok, seperti pangan, pakaian dan tempat tinggal .
Ciri-Ciri Manusia Yang Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD  

Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga dapat berorganisasi dengan orang lain dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu . Masyarakat terkelompok menjadi dua yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan .
Masyarakat perkotaan adalah kelompok masyarakat yang hidup di kota . Seperti contohnya masyarakat jakarta . Masyarakat perkotaan atau yang biasa kita sebut dengan urban community memiliki ciri ² sebagai berikut
- masyarakat perkotaan bekerja lebih banyak
- jalan kehidupan yang cepat
- biasa untuk mengurus diri sendiri
- jalan pikiran yang rasional
- perubahan sosial tampak nyata di dalam kehidupan .
berbeda dengan masyarakat didesa yang penduduknya dan jumlah kepadatannya sedikit , interaksi sosial dan solidaritas sosialnya yang terjadi di desa lebih bermasyarakat , lingkungan kehidupannya yang lebih damai dan jauh dari keramaian
Desa dan kota memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat . Desa dan kota bukanlah 2 komunitas yang berbeda . Keduanya memiliki ketergantungan masing ² . Kehidupan di kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan bahan² pangan dan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu begitupun dengan desa juga memerlukan kota , karena kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan di desa . Tetapi sekarang peningkatan jumlah penduduk semakin cepat dan berpengaruh yang seharusnya di imbangin dengan perluasan lapangan kerja agar tidak terjadi pengangguran .
kehidupan kota memiliki lebih banyak peluang untuk berkerja tetapi di kota persaingan semakin bertambah karena adanya migrasi dari desa kota , itu menyebabkan banyak terdapat penganguran di kota .
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat dalam pemerintahan sendiri . Masyarakat desa di nilai sebagai masyarakat damai , harmonis , dan tenang dan lebih memiliki sifat yang lebih tertinggal dari masyarakat di kota . Unsur-unsur daerah di antaranya adalah daerah , penduduk , corak kehidupan , unsur gotong royong . Desa dengan kota di dalam hubungannya sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja . Dari segi kegiatan kerja di pedesaan dapat merupakan desa agraris , desa manufaktur , desa industri , desa nelayan .
Di desa lebih sering kita dengar tentang kehidupan pertanian di indonesia . Petani beranggapan bahwa kehidupannya merupakan suatu hal yang buruk padahal kehidupan pangan di perkotaan contohnya beras yang merupakan pangan pokok di indonesia sangat bergantung dengan para petani , orang bekerja itu untuk hidup dan berorientasi masa kini kurang memperhatikan masa depan akhirnya banyak para petani yang meninggalkan lahannya untuk mencari pekerjaanb yang lebih baik di kota padahal bekerja di kota memerlukan kemampuan alhasil menjadi pengangguran , dan yang terakhir mereka beranggapan bahwa alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana dan untuk menghadapi alam cukuplah dengan bekerjasama pernyataan ini kurang bisa di setujui kita hidup memerlukan alam sebaliknya alam juga memerlukan kita untuk menjaganya agar tidak terjadi bencana yang akhirnya merugikan kehidupan di sekitarnya .
Banyak masyarakat desa yang berurbanisasi ke kota . Urbanisasi memiliki arti suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota . Mengapa demikian ? Penyebabnya diantaranya adalah daerah yang termasuk merupakan pusat pemerintahan / ibu kota seperti jakarta , letaknya yang strategis dan sebagai daerah industri yang memproduksi barang ataupun jasa .
Perbedaan antara masyarakat kota dengan desa di lihat dari segi kuantitatif dan kualitasnya 

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat



Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
Individu mengandung arti bahwa tidak ada 2 orang idividu yang memiliki kesamaan persis dalam aspek pribadinya baik jasmani ataupun rohani dan dari situlah timbul perbedaan individu dalam hal kepentingan yang di sebabkan oleh 2 faktor yaitu hereditas dan faktor lingkungan . 

diskriminatif merupakan tindakan yang realistis, sedangkan Perasaan dalam dan luar kelompok merupakan dasar untuk suatu sikap yang disebut dengan ethnosentrisme. Anggota dalam lingkungan suatu kelompok mempunyai kecenderungan untuk menganggap segala yang termasuk dalam kebudayaan kelompok sendiri sebagai utama, baik riil, logis, sesuai dengan kodrat alam, dan sebagainya, dan segala yang berbeda dan tidak masuk ke dalam kelompok sendiri dipandang kurang baik, tidak susila, bertentangan dengan kehendak alam dan sebagainya. Kecenderungan² tersebut disebut dengan enthosentrisme, yaitu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan orang lain dengan mempergunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri.Sikap enthosentrisme ini diajarkan kepada anggota kelompok baik secara sadar maupun secara tidak sadar, bersama dengan nilai-nilai kebudayaan. 

Konflik mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar dan perang. 
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi pada lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai pada ruang lingkup yang paling besar yaitu masyarakat . Konflik mempunyai potensi untuk memberikan pengaruh yang positif maupun negatif dalam berbagai taraf interaksi manusia.

Nasional Integrasi masyarakat dapat diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari individu, keluarga, lembaga-lembaga dan masyarakat secara keseluruhan. Sehingga menghasilkan persenyawaan-persenyawaan, berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama dijunjung tinggi. Dalam hal ini terjadi kerja sama, akomodasi, asimilasi dan berkurangnya sikap-sikap prasangka di antara anggota masyarakat secara keseluruhan.Integrasi akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di dalam masyarakat, sehingga tidak terjadi konflik, dominasi dan tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan. Oleh karena itu untuk mewujudkan integrasi bangsa pada bangsa yang majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.

Agama dan Masyarkat

      I.               Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.

Berikut dimensi komitmen agama :

Dimensi Keyakinan (Ideological Involvement) 
Dimensi keyakinan, atau disebut juga sebagai doktrin, merupakan dimensi paling mendasar dari agama. Dimensi ini menjelaskan seberapa kuat seseorang memegang keyakinan mengenai ajaran agama yang dianut, sejauh mana orang menerima hal-hal yang teologis di dalam agama mereka, dan seberapa jauh keyakinan tersebut terlihat dalam kehidupan sehari-hari seseorang.

b.    Dimensi ritual (ritual involvement)
Dimensi ritual dapat menjelaskan komitmen religius seseorang melalui seperangkat tingkah laku yang diharapkan muncul dari seseorang yang menyatakan keyakinannya pada agama tertentu. Tingkah laku tersebut memang menjadi bagian dari ajaran agama itu sendiri. Dalam agama Islam, shalat, puasa, dan membayar zakat adalah contoh dari tingkah laku tersebut.

c.    Dimensi Perasaan (Experience Involvement)
Dimensi ini dapat memberikan penjelasan mengenai dunia mental dan emosional seseorang. Selain itu, dimensi ini juga menjelaskan mengenai keinginan untuk mempercayai suatu agama, perasaaan takut menjadi seseorang yang tidak religius, dan munculnya perasaaan kesejahteraan fisik, psikologis, dan spritual karena keyakinan terhadap agama. Dengan menggunakan dimensi ini, maka kita dapat menguji kebenaran dari keyakinan dan ada atau tidaknya ruh ketuhanan seseorang.

d.    Dimensi Pengetahuan (Intellectual Involvement)
Dimensi ini menjelaskan mengenai seberapa jauh informasi yang diketahui seseorang mengenai agama yang diyakininya, seperti sejarah dan latar belakang lahirnya agama tersebut, tanggal-tanggal penting, atau nama-nama tokoh yang berjasa. Dimensi ini juga dapat menjelaskan keterbukaan seseorang dalam menyikapi hal-hal yang bertentangan dengan agamanya.

e.    Dimensi Konsekuensi (Consequential Involvement)
Dimensi konsekuensi menjelaskan mengenai tingkah laku seseorang. Berbeda dengan dimensi ritual, dalam dimensi konsekuensi yang dimaksud dengan tingkah laku adalah hal-hal yang dimunculkan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang dimotivasi oleh ajaran agamanya. Dimensi ini merupakan efek dari empat dimensi sebelumnya. 

Tipe Kaitan Agama dengan Masyarakat :
- agama sebagai sarana untuk mengatasi frustasi.
-
 agama sebagai sarana untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib.
-
 agama sebagai sarana untuk memuaskan keingintahuan 
- agama sebagai sarana untuk mengatasi ketakutan